Tampilkan postingan dengan label adventure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adventure. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2009

Company of Heroes: Tales of Valor



Hasil ekspansi Company of Heroes terbaru ini, Tales of Valor, mungkin tidak cocok untuk disebut sebagai sebuah sekuel. Mungkin lebih cocok bila disebut sebagai sebuah game yang berdiri sendiri. Tapi patut dicatat disini, bahwa ada beberapa perkembangan yang diberikan disini yang membuat game ini cukup bagus. Kamu tidak perlu membeli Company of Heroes original-nya agar bisa memainkan game ini (salah satu sebab kenapa kami menyebut game ini sebagai game yang berdiri sendiri). Apabila dalam seri ekspansi sebelumnya, Opposing Fronts, kamu akan mendapatkan dua pasukan tambahan dan pertempuran baru yang benar-benar terasa seperti hasil pengembangan dari game orisinilnya, maka kali ini dalam Tales of Valor, kamu tidak akan mendapatkan tambahan apapun yang berarti. Yang mengagetkan adalah Relic memutuskan untuk membawa permainannya ke arah yang baru.


Perubahan disini benar-benar kentara dan semuanya bisa terlihat dari tiga mode multiplayer baru yang ditawarkan disini dimana kesemua mode tersebut lebih memfokuskan pada kerjasama apabila dibandingkan dengan game orisinilnya. Bagi para penggemar setia Company of Heroes, kamu pasti akan merasa aneh dengan ekspansi terbarunya ini. Tapi bagi mereka yang baru pertama kali memainkan game ini, mungkin saja akan menyukainya. Satu-satunya kekurangan pada hasil ekspansi disini adalah karena setiap mode hanya memiliki satu map saja yang bisa kamu mainkan.

Operation Stonewall dapat dikatakan sebagai mode yang paling tradisional apabila dilihat dari sudut desain. Kamu akan diharuskan untuk mengatur sumber daya milikmu, kemudian menggunakannya untuk bangunan baru dan memproduksi prajurit agar bisa mengadakan perlawanan terhadap musuh. Tapi yang membuat Operation Stonewall beda dari yang lainnya adalah format permainannya. Maksimal pemain disini adalah empat orang. Secara bergantian kamu diharuskan untuk bekerja sama dengan gamer lain untuk menjaga benteng tersebut. Yang menjadi titik penting kerjasama disini adalah bagaimana kah para gamer yang ikut dalam permainan ini menentukan spesialisasi karakternya.




Beda halnya dengan Operation Panzerkrieg dimana mode permainan ini mementingkan jumlah poin yang kamu dapatkan. Setiap orang dalam permainan hanya akan diperbolehkan untuk mengendalikan satu tank saja. Tank yang berbeda serta upgrade berbeda yang bisa kamu dapatkan akan menentukan peran apa yang akan kamu mainkan dalam pertempuran tersebut. Maksimal pemain dalam game ini adalah tiga orang dalam setiap tim dan masing-masing gamer bisa memilih tank yang saling melengkapi satu sama lain.

Gagasan permainan baru tersebut bahkan dibuat lebih menarik lagi dalam Operation Assault. Mode ini merupakan pertandingan 3 lawan 3 dimana setiap pemain hanya bisa menyerang dengan menggunakan satu unit saja. Tapi bedanya, kali ini setiap gamer mendapatkan kebebasan untuk memilih sendiri pasukan infantri tipe apa yang diinginkan seperti sniper, medic, officer, engineer dan yang lainnya. Kamu akan menemukan dua fuel depot di masing-masing pihak dan masing-masing fuel depot tersebut dilindungi oleh tiga baris yang terdiri dari pistol, selokan dan sarang MG. Objektif kamu disini adalah berusaha untuk menembus barisan pertahanan musuh dan hancurkan fuel depot sebelum mereka menghancurkan fuel depot-mu. Selama permainan, bentengmu akan secara otomatis mengirimkan pasukan kepadamu untuk membantu penyerangan.

Sayangnya, unit yang dikendalikan oleh komputer tampaknya memiliki action yang berbeda setiap saatnya sehingga membuat kemampuan kita untuk memperkuat prajurit yang dimiliki oleh unit hero menjadi tidak efektif. Mode Assault juga mendapatkan map yang sangat biasa sehingga kamu tidak akan bisa melancarkan strategi serangan secara lebih kreatif. Pada dasarnya, inti permainan disini hanyalah mencoba untuk menghancurkan musuh dengan menggunakan apapun yang kamu punya.

Menurut kami, untuk sebuah game yang berdiri sendiri, mode permainan single player yang diberikan terasa tidak terlalu bagus. Setiap mode baru disini hanya terdapat tiga misi singkat yang akan dilakukan di atas map yang sama dan kamu juga akan mengendalikan pasukan yang sangat sedikit.


Untungnya, desain game ini secara keseluruhan cukup menarik dan cara penceritaannya dan koneksi antar naratif diantara setiap misi terasa sangat kuat. Contohnya, pada misi pertama di campaign pertama, kamu akan dihadapkan dengan misi untuk mencari tank di Villers-Bocage. Misi kedua, kamu diharuskan untuk memimpin kru yang mengendalikan tankmu ke tempat yang aman dan dalam misi ketiga, kamu akan diberikan objektif dimana kamu harus kembali lagi ke tempat tersebut untuk membersihkan semuanya.

Tales of Valor juga menggunakan fitur baru dimana kamu akan diberikan kekuasaan untuk mengarahkan tembakan kamu ke unit yang telah kamu incar. Tapi menurut kami pribadi, fitur ini sebenarnya sama sekali tidak penting. Ekspansi terbaru ini juga memiliki unit baru, tapi sayangnya unit baru ini didesain sebagai pengganti dari unit yang telah ada.


Komentar terakhir dari kami, menurut kami Tales of Valor merupakan tambahan yang cukup bagus untuk Company of Heroes. Dengan misi yang terlalu pendek, unit baru yang tidak terlalu berpengaruh dan fitur baru yang juga sebenarnya tidak perlu membuat penilaian kami terasa lebih kurang. Yang membuat game ini menjadi menarik hanyalah tiga mode yang ditawarkannya disini. Sayangnya, setiap mode tersebut hanya diberikan satu map yang sama persis dan kamu harus memainkan misi-misi tersebut di map yang sama dan kami berani jamin hal ini akan membuat kamu bosan.

Read More... “Company of Heroes: Tales of Valor”  »»

Senin, 06 April 2009

Suikoden TierKreis



Tampaknya konsol handheld DS sudah menjelma menjadi sebuah konsol handheld yang cukup terkenal untuk game-game hasil remake maupun game orisinil. Hal ini dapat gamer lihat dari beberapa game RPG yang telah diluncurkan untuk konsol DS seperti Chrono Trigger, Etrian Odyssey, Dragon Quest IX, Final Fantasy III dan IV remake dan sekarang giliran Suikoden Tierkreis.

Suikoden, seperti yang gamer ketahui, merupakan salah satu game RPG yang sudah beredar di dunia RPG selama 12 tahun. Sempat meledak di pasaran pada saat perilisannya pada PS, sekarang Suikoden mulai mencoba untuk menjamah konsol handheld, Nintendo DS dengan judul terbarunya, Suikoden Tierkreis.

Selama ini Suikoden selalu dikenal dengan grafis visualnya yang memukau serta daftar karakter yang bisa kamu gunakan yang jumlahnya memang sangat teramat banyak (108 karakter) dan juga besarnya dunia yang bisa dijelajahi.

Bila kamu memainkan Suikoden dari zaman PS, maka kamu pasti tahu apa yang akan menjadi tujuan dari setiap gamer yang memainkan game ini. Betul sekali. Tujuan dari para gamer pastilah mencoba untuk merekrut seluruh karakter yang ada. Begitupula halnya dengan Suikoden Tierkreis. Suikoden DS ini menggunakan peta Overworld seperti yang digunakan dalam Order of Ecclesia, sehingga memungkinkan pemain untuk bergerak dengan cepat dari satu tempat ke tempat lain dengan hanya sentuhan stylus atau menggunakan D-Pad.



Setelah kamu memasuki daerah tertentu, kamu akan menemukan banyak sekali desain yang terinspirasi dari franchise-franchise game lain yang tidak terhitung jumlahnya. Dengan menggunakan sejumlah lokasi daripada membangun kembali seluruh dunia dengan menggunakan semua trik-trik penggambaran animasi 2D dan 3D lah yang membuat game ini terasa indah. Apabila kamu memilih Blacksmith, maka kamu akan mendapatkan sebuah area kecil yang bisa kamu jelajahi. Lalu saat kamu memilih gereja atau bagian luar kota, kamu akan segera dihadapkan kembali dengan bagian dari game yang lebih bisa dikontrol. Memang agak sedikit berbeda dengan game RPG pada umumnya, tapi hal ini mengefektifkan permainan dan terbukti bisa berjalan dengan baik mengingat platform yang digunakan adalah konsol handheld DS.

Saat kamu sedang berada di peta dunia atau sedang berada dalam sebuah misi, dapat dikatakan game ini mirip seperti halnya game RPG pada umumnya. Kamu akan menghadapi musuh secara acak. Kemudian kamu akan berhadapan dengan musuh menggunakan sustem pertarungan giliran ala RPG tradisional.

Dalam Suikoden Tierkreis terdapat beberapa elemen yang sangat penting. Selain adanya total 108 karakter (dengan sekitar 20 karakter yang disebut sebagai support class fighter) ada juga Support fighter. Support fighter disini berarti bahwa kamu tidak akan selalu bisa menggunakan karakter tersebut sesukamu. Tapi karakter ini justru nantinya akan ikut membantu saat kamu sedang berada dalam pertarungan. Semua support fighter ini masing-masing memiliki kemampuan yang unik. Kadang kala saat kamu sedang bertarung, salah satu support character akan masuk ke pertarungan untuk memberikan sihir bantuan kepada karaktermu. Misalnya, menyembuhkan status, menambah darah ataupun kadang memperkuat kemampuan serangan ataupun pertahanan. Seperti biasa juga, ada beberapa karakter dari 108 karakter tersebut yang memang bukan merupakan karakter utama dan hanya bisa kamu dapatkan dengan menjalani misi tertentu agar bisa mendapatkan karakter tersebut.

Kisah utama disini berkisar pada cerita mengenai dimensi lain dan dunia lain. Kadang-kadang kamu akan mendapatkan cross over karakter yang cukup unik. Sebagai contoh, Marica, merupakan karakter awal yang dapat kamu temukan di awal permainan. Pada suatu saat, kelompokmu diserang dan Marica dari masa depan (tentunya lengkap dengan level yang jauh lebih tinggi dan lebih kuat) datang untuk membantumu menghadapi musuh. Melihat adanya cara permainan yang unik seperti ini, tampaknya masih ada banyak lagi kejutan yang telah disiapkan oleh Konami untuk semua gamer yang memainkan game ini. Ada lagi sistem permainan yang juga pasti sudah cukup dikenal oleh gamer semua. Setiap orang yang berhasil kamu rekrut akan memiliki pekerjaan dan profesi masing-masing. Apabila kamu mendapatkan seorang yang berprofesi sebagai penjaga hotel, maka nanti kamu akan mendapatkan fasilitas hotel di kastilmu dan seterusnya. Melihat perkembangan kastilmu akan terasa seperti melihat rumahmu yang sedang dibangun secara perlahan-lahan. Cukup menyenangkan.

Apabila biasanya kamu mendapatkan uang dari bertarung dengan monster, menjual barang-barang tertentu ataupun perlengkapan yang kamu rasa sudah tidak dibutuhkan, maka kali ini kamu akan mendapatkan tambahan lain yang juga tidak kalah menarik. Perlu diperhatikan disini, harga barang di setiap kota berbeda-beda satu sama lain. Jadi, kamu harus bisa mencari tempat yang menjual dengan harga termurah dan kemudian mencari kota lain yang mau membeli barang tersebut dengan harga yang lebih tinggi. Inilah salah satu cara yang paling ampuh dalam mendapatkan uang di dunia Suikoden Tierkreis.

Yang perlu gamer perhatikan disini adalah kenyataan bahwa saat kamu memberikan dan mengubah perlengkapan senjata dan armor tertentu pada karaktermu, maka nantinya penampilan karaktermu juga akan ikut berubah. Sama seperti yang ditunjukan dalam Soma Bringer. Dapat dikatakan game ini merupakan game yang telah terpoles dengan baik, menarik dan siap untuk kamu mainkan selama berjam-jam. Selain itu, tambahan lain dari seri-seri terdahulu yang pastinya sudah kamu kenal adalah kemampuan untuk menyerang berdua sekaligus.

Selain cara permainan, Konami juga memberikan sedikit informasi lebih lanjut mengenai game Suikoden terbaru ini. Konami mengatakan bahwa nantinya kamu akan bisa menggunakan fasilitas online menggunakan wifi, lengkap dengan sejumlah besar tantangan dan misi yang bisa kamu jalankan. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan sejumlah besar karakter yang memang sudah menjadi trademark dari seri Suikoden selama ini. Saat sedang bermain online, apabila karaktermu mengalami peningkatan level, saat kamu kembali ke permainan offline, semua peningkatan level tersebut juga akan ikut terbawa, begitupula dengan peralatan dan perlengkapan lain yang kamu dapatkan saat kamu sedang bermain online.

console : NDS

Read More... “Suikoden TierKreis”  »»

Sabtu, 04 April 2009

The Wheelman



The Wheelman adalah game baru karya Midway yang diciptakan dengan menggunakan Vin Diesel sebagai model karakter utamanya dan bernama Milo. Secara garis besar, kami melihat game ini sebagai gabungan antara Grand Theft Auto, Burnout dan jalan cerita seperti Transporter. Sayangnya, walaupun dengan dukungan dari Vin Diesel dan gameplay yang diusahakan inovatif, tetap saja tidak mampu mengangkat game The Wheelman ini.

Pada awal permainan, kami merasa bahwa game ini cukup seru untuk dimainkan. Dengan adanya kendaraan keren yang dipadu dengan ketegangan di awal pada saat kamu dikejar-kejar oleh polisi serta cara menubrukan kendaraan dan animasi setelahnya yang memperlihatkan bagaimana mobil yang mengejar hancur berantakan. Tapi semakin lama permainan, kami merasa permainan ini semakin membosankan karena gameplay-nya terkesan repetitif.

Kisah game ini menurut kami kurang begitu jelas. Malahan, sepanjang game ini kamu tidak akan menemukan jalan cerita apapun kecuali kamu hanya diberikan beberapa file yang menjelaskan tentang biodata seseorang oleh seorang agen rahasia dan ia hanya menjelaskan secara sekilas mengenai sesuatu yang tampaknya berada di Barcelona, Spanyol itu. Tapi di luar adegan tersebut, kamu tidak akan mendapatkan informasi apapun mengenai organisasi tempat kamu bekerja. Selama game ini, kamu akan mendapatkan misi-misi seperti mengantarkan seseorang atau barang, kabur dari penjahat atau polisi, mengejar orang, mencuri mobil dan lainnya. Tapi karena tidak adanya jalan cerita yang solid untuk game ini, kamu tidak akan mengerti penyebab kamu melakukan ini karena apa.

Yang membuat semuanya semakin parah adalah game ini menggunakan sistem open-world ala Grand Theft Auto. Saat kamu mengeluarkan PDA-mu, kamu akan melihat beberapa icon yang berwarna warni. Warna hijau untuk misi yang mengikuti jalan cerita pada game dan ada tujuh warna lain yang akan kamu temukan untuk misi sampingan lain seperti mengantarkan seseorang ke tempat tertentu menggunakan taksi, bunuh semua musuhmu dalam Rampage dan kabur dari para pengejar dalam mode Fugitive.

Apabila dalam Grand Theft Auto, setiap kali kamu menerima misi, kamu akan diharuskan untuk pergi sendiri ke tempat yang dimaksud dan menjalankan tugas tersebut, maka lain ceritanya dengan The Wheelman. Setiap kali kamu memilih misi yang ingin kamu jalankan dari PDA, kamu akan langsung dibawa ke tempat tersebut dan tinggal menjalankan misi tersebut. Awal misi sampingan tersebut pun dibuat mirip seperti saat kamu akan memulai balapan mobil. Lalu saat kamu memilih tugas untuk mengantarkan seseorang ke tempat tertentu, kamu akan langsung dipindahkan ke dalam taksi yang sudah lengkap dengan penumpangnya. Benar-benar berbeda total jika dibandingkan dengan Grand Theft Auto yang mewajibkan kamu untuk membajak taksi dahulu baru mencari penumpang.



Grafis yang diberikan cukup bagus, mengingat ini adalah game untuk konsol next-gen. Tapi walau dibilang cukup bagus, tetap saja ada beberapa bagian yang masih terlihat kasar dan tidak terlalu bagus. Contoh paling konkrit adalah saat kamu sedang mengemudi melintasi daerah berlumpur. Saat lumpurnya muncrat ke belakang, kamu akan melihat lumpur yang terpental itu terkesan kotak-kotak. Hampir mirip dengan grafik dari PlayStation 2. Tapi untungnya, hal tersebut tertutup dengan kenyataan bahwa semua benda dalam game ini bisa dihancurkan (kecuali bangunan dan pohon).

The Wheelman tidak akan kami katakana sebagai game yang gagal karena sebenarnya game ini sendiri memiliki daya tarik sendiri. Ada satu elemen yang sebenarnya sangat tidak mungkin untuk dilakukan dalam game ini. Saat sedang mengemudi, kamu bisa berpindah-pindah kendaraan. Tapi cara pertukaran kendaraan inilah yang tidak lazim. Saat mobil yang kamu kendarai sedang berjalan dengan cepatnya, kamu bisa menekan tombol Airborne dan mobil yang paling dekat dengan kamu akan memperlihatkan sebuah tanda panah berwarna merah. Setelah dekat, panah tersebut akan berubah warna menjadi hijau dan kamu tinggal melepas tombol tersebut dan Milo akan melakukan gerakan akrobatik melompat dari mobil satu ke mobil lainnya. Dalam waktu yang singkat, Milo sudah berada di belakang kemudi kendaraan baru (suatu hal yang sangat tidak mungkin dan tidak realistis). Bila kamu mengesampingkan masalah realistis atau tidak, kamu akan mendapatkan bahwa game ini cukup menarik untuk dimainkan, tapi hanya untuk unsur fun saja.

Elemen lain yang diterapkan dalam game ini adalah Vehicle Melee. Pada Xbox360, stik analog kanan berguna sebagai tombol penyerang. Saat kamu sedang mengemudi di jalanan, kamu tinggal mengarahkan analog tersebut ke kanan, kiri atau depan, maka otomatis mobilmu akan menabrakan dirinya ke arah yang kamu tuju. Apabila ada musuh kamu yang memang sudah hampir hancur, saat kamu melancarkan serangan terakhir, kamu akan mendapatkan cutscene yang memperlihatkan hasil akhir dari seranganmu ini. Apabila kamu perhatikan, di bagian bawah kiri layar akan terlihat sebuah tulisan yang mengatakan bahwa kamu sedang mengemudi dengan kecepatan tinggi atau tidak. Apabila tulisan speeding sudah muncul, kamu bisa menggunakan boost untuk mempercepat laju kendaraan. Tapi untuk alasan tertentu, tampaknya setiap kali kamu menggunakan boost, musuh tetap berada di sampingmu seakan-akan mereka juga ikut mengeluarkan boost. Sekali lagi, bila kamu tidak mempedulikan tingkat realistis, game ini cukup menyenangkan.

Tapi hanya itu saja yang menjadi elemen penting dan menarik dari game ini. Di samping itu, tidak ada lagi hal lain yang bisa ditonjolkan. Bahkan saat kamu tidak mengendarai mobil pun, hal ini tidak membantu sedikitpun. Justru memperburuk penilaian kami terhadap gameplay yang ditawarkan. Pertama, Vin Diesel memiliki kapasitas peluru yang tidak terbatas. Kedua, Vin Diesel memiliki sistem regenerasi yang tidak terbatas. Ketiga, saat kamu memulai sebuah misi (tanpa kendaraan) kamu selalu memulai sebuah misi dengan cara yang sama. Kamu memulai sebuah misi di sebuah lorong, merangkak keluar sambil berlindung di balik sebuah peti kayu kemudian menembak musuh. Setelah selesai, kamu maju lagi dan kembali melakukan hal yang sama. Cukup membosankan.

Komentar penutup, kami merasa bahwa sebenarnya game ini memiliki potensial untuk bisa sukses di pasaran. Tapi dengan absennya jalan cerita yang bagus dan elemen yang tidak realistis membuat game ini terkesan hanya sebuah game untuk fun saja walau dari judul dan orang yang memerankannya (Vin Diesel) memberikan kesan bahwa game ini adalah game keras dan serius. Kami tidak menyarankan game ini untuk mereka yang mengincar jalan cerita.

console : ps3, xbox 360, pc

Read More... “The Wheelman”  »»

Minggu, 29 Maret 2009

The Last Remnant



Sebuah game RPG dengan unsur strategi dan sistem pertarungan yang unik dan yang pertama kali diciptakan oleh Square Enix dengan mengunakan grafik engine “Unreal Engine 3”. Cerita game ini cukup simpel, dimana mengisahkan tokoh utama yang bernama Rush Sykes yang mencari adiknya yang bernama Irina. Adiknya diculik oleh sekelompok orang jahat. Dan ditengah pencarian adiknya, Rush secara tidak langsung terlibat konflik yang tengah terjadi antar dua fraksi yang saling berusaha menguasai artifak - artifak yang dinamakan Remnant.

Dunia The Last Remnant dihuni beragam macam ras yang cukup menarik. Seperti ras Qsitis yang memiliki bentuk seperti manusia kadal. Ras Mitras yang merupakan manusia. Ras Yamas yang memiliki bentuk manusia ikan. Dan masih banyak ras lainnya. Peta dunia dalam game ini sangat luas. Tapi gamer tidak perlu menjelajahinya hanya tinggal memilih saja lokasi yang ingin dituju. Peta dunia di game ini terdapat berbagai macam kota dan dungeon yang dapat dijelajahi, seperti gua, kastil, hutan, dll.

Selain menyelesaikan quest utama, gamer juga dapat menyelesaikan quest sampingan yang cukup menarik untuk di ikuti. Seperti menolong orang yang diculik oleh bandit. Dan tentu saja jika gamer berhasil menyelesaikan misi, bakal ada hadiah setimpal berupa uang dan item. Uang yang didapat dapat dipergunakan untuk berbelanja keperluan karakter seperti senjata, perisai, aksesoris, dan item. Atau untuk merekrut pasukan baru di Guild.



Pertarungan merupakan bagian yang paling menarik dalam game ini. Gamer diharuskan pandai menerapkan strategi dalam memilih perintah bertarung yang ditampilkan secara sederhana. Seperti menyerang dengan senjata, menyerang mengunakan sihir, bertahan, mengunakan ability dan skill tertentu untuk menciptakan daya rusak yang lebih besar, jika HP karakter berkurang, maka dengan sendirinya akan muncul pilihan perintah mengisi HP karakter. Atau jika gamer tidak ingin repot, bisa juga menyerahkan sepenuhnya kepada komputer dalam memberikan perintah bertarung.



Dalam pertarungan, gamer dapat mengendalikan hingga 5 pasukan yang terdiri dari beberapa unit atau karakter. Dan selama pertarungan berlangsung, gamer terkadang juga diharuskan memencet tombol dengan tepat sesuai dengan tombol yang muncul di layar. Jika nilainya sempurna, gamer bisa menberi serangan balik kepada lawan, menghindari serangan musuh, atau memberikan daya rusak yang luar biasa kepada musuh. Setelah perintah-perintah diberikan dan menekan tombol X untuk memulai pertempuran, gamer akan melihat sudut pandang kamera yang diambil dari berbagai posisi seperti menonton sebuah film pertarungan yang mengagumkan.

Selain itu, setiap berhasil memenangkan pertarungan, gamer akan mendapatkan “Loot” yang sangat berguna sebagai bahan untuk mengupgrade senjata dan pelindung yang dimiliki oleh karakter agar menjadi lebih powerful. Tidak ada experince point dan level point yang harus dikejar dalam game RPG ini. Karakter dalam game ini akan berlevel up dengan sendirinya sesuai dengan performa gamer selama permainan.

Jika bertemu monster dalam jarak tertentu, gamer dapat langsung menantang monster tersebut dengan menekan tombol RT pada kontrol Xbox 360. Atau jika sedang malas bertarung, gamer dapat juga meloloskan diri dengan menekan tombol RB untuk mengunakan jurus memperlambat waktu. Sehingga karakter gamer dapat dengan mudah menghindari para monster yang mencoba mengepung.



Kualitas grafis game RPG ini yang mengunakan engine “Unreal Engine 3” sungguh menawan. Mimik muka pada karakter terlihat dengan jelas saat mengekpresikan perasaan, serta rambut karakter yang bergerak dengan mulus saat tertiup angin.

Walau loading yang dimiliki oleh game ini cukup lama dibandingkan dengan game RPG Infinite Undiscovery yang juga dari pegembang yang sama. Tapi, game The Last Remnant masih merupakan salahsatu game RPG yang wajib anda miliki. Selain menghadirkan alur cerita yang cukup menarik untuk diikuti dan tidak membosankan serta sistem pertarungan yang dihadirkan cukup menarik dan menantang. Didukung dengan visual yang berkualitas Next-Gen bakal menambah keasikan bermain dalam game ini.

Bagi gamer PC dan Playstation 3 juga akan kebagian jatah oleh Square Enix. Tetap di beritateknologi.com untuk mengikuti tanggal perilisannya di kedua platform tersebut.

console : Xbox 360

Read More... “The Last Remnant”  »»

Sabtu, 28 Maret 2009

Warhammer Online: Age of Reckoning




Warhammer Online: Age of Reckoning adalah salah satu game MMORPG yang paling ditunggu sekarang ini. Seperti yang kita ketahui, kebanyakan dari game online pada umumnya, hanya akan membuat kamu bertahan di game tersebut selama beberapa hari atau beberapa minggu saja. Tapi tidak halnya untuk Warhammer Online. Game ini akan membuat kamu terpaku untuk waktu yang lebih lama daripada yang kamu bayangkan.

Warhammer Online merupakan salah satu dari sekian banyak game online yang memiliki grafik terhalus dan jalan cerita yang terbaik yang pernah ada. Selain itu, seluruh aspek yang ada dalam Warhammer Online terlihat sangat mapan. Ini merupakan bukti bahwa sang pencipta dari game online ini telah menuangkan seluruh kemampuannya untuk menciptakan MMORPG tersebut.

Bagi para fans game Warhammer tentunya sudah mengenal game ini semenjak lama. Apabila bagi pembaca review ini bertanya-tanya "Kenapa bisa begitu?"; jawabannya cukup mudah. Game Warhammer Online ini terinspirasi dari game tabletop yang cukup populer. Sudah dua puluh tahun lamanya game ini eksis di dunia gaming dan pastinya para fans pasti sudah banyak mengkoleksi mainan-mainannya seperti orc, elves, dwarves, trolls dan banyak lagi yang lainnya. Sekarang, fans sudah bisa menciptakan avatar virtual sendiri dengan memilih satu dari enam fraksi yang dapat kamu pilih di Age of Reckoning. Cerita yang disajikan, seperti yang sudah kami sebutkan di atas, cukup bagus walau memang tema yang digunakan sudah sering kita temui. Contohnya, keadaan dimana Dark Elves mulai menginvasi kediaman dari High Elves.



Salah satu hal yang membuat game ini terasa seru un
tuk dimainkan, adalah kenyataan bahwa disini banyak sekali misi yang dapat kamu lakukan. Dengan banyaknya misi dan tipe permainan Player-versus-Environment (PvE), dijamin para gamer tidak akan mengalami kekurangan misi untuk dilakukan. Misi-misi yang ada, rata-rata bisa dilakukan secara solo. Tapi sudah pasti akan lebih seru apabila kamu bisa menjalankan misi tersebut dengan lebih dari satu pemain. Kamu bisa membentuk kelompok untuk bertempur dan menjalankan misi bersama untuk mempermudah dan membuat suasana permainan lebih ramai.

Misi yang diberikan dalam Age of Reckoning kebanyakan adalah misi-misi standar. Bunuh sejumlah musuh atau kumpulkan sejumlah bunga untuk menyelesaikan misi. Tapi Warhammer Online telah membuat misi tersebut terasa lebih mudah dengan disediakannya sistem map yang akan membantu kamu menemukan misi mana yang lebih mudah untuk dilaksanakan terlebih dahulu.



Kemudian ada juga misi umum dimana dibutuhkan sekitar setengah lusin pemain atau lebih untuk menyelesaikan misi tersebut. Yang membuat misi umum ini menjadi salah satu nilai positif disini, adalah kenyataan bahwa misi umum seperti itu tersedia sangat banyak dan misi ini boleh diikuti oleh siapapun yang kebetulan juga ingin ikut bergabung.

Lalu ada mode permainan Player-versus-Player (PvP) yang merupakan salah satu model permainan paling umum dan juga paling dicari oleh kebanyakan fans game online. Saat kamu memainkan mode PvP ini, bukan berarti kamu a
kan bertarung langsung satu lawan satu sendirian. Disini, sistem pertarungan yang diterapkan adalah sistem pertarungan antar ras. Jadi, apabila kamu termasuk dalam ras High Elves, maka nantinya kamu akan bertarung bersama dengan pemain lain yang juga menggunakan High Elves melawan ras lain. Tapi perlu diingat juga. Pertarungan disini juga mengutamakan pertarungan antara baik dan jahat. Pihak yang baik disebut sebagai Order players (High Elves, Empire dan Dwraves) dan pihak yang jahat disebut sebagai Destruction players (Dark Elves, Greenskins dan Chaos). Kebanyakan misi yang diberikan disini bersifat deathmatch alami. Bukan berarti tidak akan ada misi yang memiliki objektif lain. Kadang kamu juga akan mendapatkan objektif seperti menguasai beberapa lokasi strategis tertentu atau mengambil beberapa objek tertentu.

Masih belum puas juga dengan seluruh mod
e tersebut? Jangan khawatir, karena masih ada satu lagi model pertarungan yang dapat dilakukan disini, yakni pertarungan Realm-versus-Realm (RvR), yang mengambil daerah pertarungan di daerah terbuka dimana kekuatan Order dan Destruction saling bertemu dan bertarung. Peperangan ini merupakan sebuah pertarungan untuk mendapatkan dan mempertahankan benteng yang strategis dan masih banyak lagi koordinasi yang bisa kamu temukan disini. Pada setiap benteng, terdapat perkemahan yang dapat kamu ambil dan kamu tempati. Dengan melakukan hal tersebut, kamu akan memperkuat pertahanan dari benteng tersebut (bila pihak kamu sedang mempertahankan benteng) atau memperlemah benteng tersebut (bila pihak kamu sedang berusaha untuk merebut benteng).

Hal yang menarik mengenai Warhammer Online adalah seluruh mode tersebut bisa memenuhi keinginan pemain secara spesifik. Bila kamu merupakan tipe pemain yang lebih suka bermain solo atau hanya dengan kelompok kecil, kamu bisa menghabiskan waktumu dengan menjalankan misi dan kemudian semakin lama semakin berkembang dengan menjalankan misi yang lebih berat. Apabila kamu adalah tipe pemain yang lebih menyukai PvP, ada 2 mode yang dapat kamu mainkan. Sangatlah mudah untuk membentuk sebuah kelompok, war band (sekelompok besar), atau bahkan sebuah guild resmi dimana setiap pemain akan memiliki pangkat dan sebagainya. Game ini juga termasuk game yang bersifat sosial.

Sedangkan dalam hal inovasi, Warhammer Online sama sekali tidak membuat sesuatu yang baru, tapi untungnya Warhammer Online berhasil menyajikan seluruh elemen yang dibutuhkan dalam game online secara menarik dan bagus. Permainan juga tergolong mudah. Mengapa bisa kami katakan mudah? Karena game ini menyediakan beberapa tools yang memang sangat berguna untuk membantu memantau petualanganmu. Sebagai contoh, saat dalam permainan, cobalah untuk membuka sebuah ensiklopedia dalam permainan yang disebut dengan Tome of Knowledge. Dengan buku ini, kamu bisa mengetahui seluruh perkembangan dari karaktermu. Dari banyaknya pencapaian yang sudah kamu dapatkan, berapa banyak musuh yang sudah kamu bunuh atau hanya membaca kisah yang disajikan disini.



Lalu untuk masalah leveling up, kamu tidak perlu terlalu bingung karena game ini dapat dikatakan sebagai tipe yang murah hati. Kamu tidak perlu lagi pergi berkeliling ke seluruh map yang ada hanya untuk berburu monster dan mencoba menaikan level. Dengan banyaknya misi yang dapat kamu lakukan, belum lagi ditambah dengan tipe permainan PvP, setiap kali kamu menyelesaikan misi-misi tersebut, kamu akan mendapatkan experience dalam jumlah besar.

Sedangkan untuk masalah grafik, game ini sama sekali tidak membutuhkan kualitas grafik yang terlalu tinggi untuk PC. Bukan berarti game ini tidak memiliki grafik yang bagus. Dari lembah berbatu dari Empire capital Altdorf hingga daerah pegunungan dari suku dwarves, daerah hijau elves dan banyak lagi tempat lain yang dapat kamu lihat dan kamu nikmati. Bahkan desain monsternya sendiri cukup menyeramkan. Mulai dari hydra sampai dengan desain troll yang berkesan brutal, warna yang digunakan sangat terang. Suara juga sudah cukup bagus. Kebanyakan suara yang ada dalam game terkonsentrasi pada lingkungan di sekitar seperti suara gemerisik daun dan suara angin yang berhembus.

Sebagai penutup, menurut kami game ini cukup bagus dan banyak sekali yang akan dapat kamu nikmati dan kamu lihat di game ini. Butuh lebih dari sekedar berminggu-minggu untuk bisa menjelajahi semuanya.

Read More... “Warhammer Online: Age of Reckoning”  »»

Kamis, 26 Maret 2009

Resident Evil 5: review ketiga


Setelah memainkan Resident Evil 5 sampai tamat, rasa-rasanya tidak kekurangan yang patut dicela kecuali AI yang masih bodoh. Resident Evil 5 bisa menjadi contoh bagaimana sebuah waralaba dipertahankan, walaupun ada isu kalau Resident Evil 6 akan mereboot segalanya. Sebelum itu terjadi, mari kita memainkan Resident Evil 5 sambil menerka-nerka, kira-kira game ini akan menjadi apa di masa depan. Apakah jadi di reboot atau tidak, yang jelas Resident Evil 5 wajib dimiliki oleh siapapun pemilik konsol next-gen terutama bagi yang menyukai ketegangan dan potong-memotong zombie. Read More... “Resident Evil 5: review ketiga”  »»

Rabu, 25 Maret 2009

Resident Evil 5: review kedua


Aksi Chris dan Sheva sepanjang permainan, sangat kental dengan unsur run and gun. Saking kentalnya, sampai-sampai kami merasa kalau Resident Evil 5 banyak sekali kehilangan unsur puzzle yang dulu biasanya menghiasi sepanjang permainan. Yah walaupun run and gun yang ada di sini bukan run and gun dalam arti sesungguhnya, sebab kita harus berdiri mematung saat ingin menembak musuh (mirip dengan cara Leon menembak di Resident Evil 4). Aksi yang sangat dominan di Resident Evil 5 untungnya didukung dengan banyaknya jenis persenjataan. Kita akan berhadapan dengan senjata bilogis yang canggih, jadi tidak ada salahnya kalau kita mempersiapkan diri dengan senjata-senjata yang sedikit lebih tradisional seperti peluru, granat ataupun roket dalam jumlah yang cukup banyak. Semua persenjataan tersebut bisa kita upgrade agar lebih efektif dan menyakitkan bagi para zombie, walaupun jujur saja kami masih mengharapkan kalau Chris tiba-tiba terpeleset lidah dan berteriak Hadouken sambil mengeluarkan bola api kebiruan (Tetep! Ngarep).

Peran Sheva dalam permainan bisa diisi oleh teman, baik secara split screen, system link ataupun online. Bila kita tidak memiliki ketiganya, alias teman lagi sibuk konsol terbanned ataupun internet lemot, peran Sheva bisa digantikan oleh AI. AI Sheva cukup pintar mengikuti pergerakan kita, walaupun sangat royal menghambur-hamburkan peluru. Jadi sebaiknya belikan Sheva senjata yang cukup ampuh menghabisi musuh dari jarak dekat seperti shotgun supaya dia tidak terlalu menghambur-hamburkan peluru yang kita miliki.

Bila AI Sheva agak bodoh karena boros, maka AI musuh jauh lebih bodoh lagi. Mereka sering sekali berlari ke arah kita kemudian terdiam minta ditembak atau malah kadang mereka berlari ke arah yang tidak semestinya. Satu-satunya yang menakutkan dari para Oboros adalah kelincahan dan daya tahan yang mereka miliki pada monster tipe tertentu. Khusus untuk para Ganados, mereka lebih sering merepotkan Chris karena jumlahnya dan cara berburu mereka yang keroyokan. Jadi bisa diambil kesimpulan kalau para AI dalam Resident Evil 5 membaik bila dibandingkan Resident Evil 4, tetapi tetap tidak bisa dibilang sempurna.

Kalau ditilik dari grafis, Resident Evil 5 memiliki grafis yang sangat aduhai secara artistik maupun teknik. Ketajaman gambarnya memanjakan mata apa lagi detil lingkungannya, dijamin kamu akan terkesima dengan suguhan grafis yang dimiliki oleh Resident Evil 5. Framerate dalam game ini juga tidak mengalami drop walaupun banyak musuh yang tampil di satu layar, hal ini tentu bisa menjadi sebuah bukti kalau Capcom memang selalu memoles waralaba andalan mereka agar selalu tampil prima. Dari sisi suara, tidak ada keluhan yang berarti menimpa Resident Evil 5, paling hanya masalah dialog yang kurang ekspresif dan mengena, sisanya patut untuk dipuji. Read More... “Resident Evil 5: review kedua”  »»

Selasa, 24 Maret 2009

Resident Evil 5: review pertama


Game yang akan kami review kali ini sudah memulai debutnya di tahun 1996 dan memiliki jutaan penggemar setia yang selalu menanti-nantikan kelanjutan ceritanya. Dalam game tersebut kita akan berhadapan dengan serangan zombie dan monster-monster lainnya, pasti kalian sudah menduga game apa yang akan kami review kali ini. Yak betul sekali, game yang kami maksud adalah Resident Evil 5.

Resident Evil 5 sudah menjadi hype tersendiri di dunia game, nama besar serial Resident Evil atau Bioharzard seperti sudah menjadi jaminan mutu. Bahkan bisa dibilang serial Resident Evil tidak pernah tampil mengecewakan. Prestasi tersebut rupa-rupanya diwariskan ke Resident Evil 5 sebagai seri pertama yang singgah pada konsol next-gen sama seperti Devil may Cry 4 yang dirilis pada awal tahun 2008 kemarin.

Di Resident Evil 5 kita akan berperan sebagai Chris Redfield yang sudah menjadi anggota BSAA (Bioterrorism Security Assessment Alliance). Kali ini Chris berpasangan dengan Sheva Alomar bukan Jill Valentine. Kayaknya mentang-mentang Chris masuk ke BSAA dan memiliki waktu libur yang lebih lama dari Leon, Chris yang tampil di Resdient Evil 5 memiliki otot yang lebih kekar dan dada yang lebih bidang dari Carlos Olivera sekalipun. Saking kekar dan berototnya badan Chris, kami sampai-sampai mengharapkan Chris terpeleset lidah dan meneriakkan Tatsumaki Senpu Kyaku atau Shoryuken (abis ototnya mirip dengan milik para karakter SF IV sih!).

Selama bertualang di Afrika Chris harus bahu membahu dengan Sheva untuk melawti rintangan ataupun mengalahkan para Majini (Plagas). Nama Plagas kembali dibawa-bawa di Resident Evil 5. Jadi bisa dipastikan kalau mahluk penyebab mutasi aneh dan mengerikan yang ada di sini bukanlah virus melainkan para parasit yang dulu pernah dihadapi oleh Leon. Para Uroboros/Majini (Plagas Type 2) langsung tumbuh menjadi dewasa, tidak seperti para Ganados yang mengalami fase anak-anak, loh kok jadi spoiler ya. Yang jelas Resident Evil 5 memiliki fitur offline co-op mirip dengan serial Gears of War, fitur ini sedikit banyak menghilangkan rasa horor dan survive yang ada di Resident Evil. Tapi enggak apa-apa, toh sebagai gantinya kita akan disuguhi aksi yang intens dan ketegangan yang tidak ada habis-habisnya. Read More... “Resident Evil 5: review pertama”  »»

Sabtu, 21 Maret 2009

Halo Wars cpai 1 juta copy


Dalam sebuah pengumuman yang menyatakan bahwa Halo Wars telah terjual sebanyak 1 juta copy di seluruh dunia, publisher Microsoft juga sekaligus mengkonfirmasi bahwa mereka sedang bekerja sama dengan developer Ensemble Studios untuk konten baru game Halo Wars. Microsoft mengklaim bahwa penjualan awal Halo Wars yang cukup tinggi telah membuat game eksklusif untuk Xbox 360 ini sebagai game RTS terlaris sepanjang masa di seluruh generasi konsol.

Robot Entertainment yang terdiri dari bekas developer Ensemble mengatakan bahwa mereka akan tetap mendukung Halo Wars.

Situs resmi Halo Wars juga telah meluncurkan sebuah statistic tracking page yang terus memberikan informasi yang up-to-date terhadap seluruh game yang pernah dimainkan selama ini. Menurut situs tersebut, sekitar 1,8 juta game multiplayer online telah dimainkan hingga sekarang, dengan jumlah pemain sudah lebih dari 6,6 juta pemain yang bergabung dalam pertarungan tersebut. Situs tersebut juga membeberkan informasi lain seperti peta dan bahkan info dalam game yang sedang dimainkan di Xbox Live.


Read More... “Halo Wars cpai 1 juta copy”  »»

Minggu, 15 Maret 2009

MadWorld











Sudah banyak game-game yang mengumbar kekerasan dan juga berdarah-darah. Ambil contoh game PS2, Manhunt dan game terbaru next-gen, Afro-Samurai yang sarat akan kekerasan. Kini, giliran konsol kasual Nintendo, Wii yang mengumbar kekerasan dengan game penuh darahnya, Madworld. Tapi yang perlu dicatat, kekerasan disini bukan hanya sekedar kekerasan biasa, tetapi benar-benar memperlihatkan sebuah kekerasan yang bahkan sudah di luar batas perikemanusiaan. Salah satu contoh, kamu bisa menggunakan sebuah tongkat penuh duri, kemudian menusukkan senjata tersebut dari bawah, hingga tembus ke mulut dan menyebabkan darah bermuncratan dimana-mana. Yang menyebabkan game ini menjadi game yang terlihat penuh kekerasan adalah pengaruh dari grafik hitam putih yang digunakan oleh SEGA dalam penyajian gameplaynya. Sedangkan untuk darah, SEGA membiarkannya tetap dalam warna aslinya sehingga memberikan kekontrasan yang sangat kentara.

Tapi sudah pasti bukan ciri dari SEGA untuk hanya menyajikan gameplay penuh kekerasan dan darah. Di balik itu semua, terdapat gameplay yang menarik, ditopang dengan jalan cerita yang juga cukup seru. Secara keseluruhan, sebenarnya game ini bukanlah game yang cocok untuk segala umur dikarenakan dengan penuhnya adegan berdarah dan itu sudah sangat pasti tidak akan cocok untuk anak kecil.

Grafik merupakan sebuah titik kelebihan yang dimiliki oleh Madworld. Apa yang menyebabkan kami mengatakan demikian? Mengingat konsol Wii tidak memiliki engine yang sekuat Xbox360 maupun PlayStation 3, penggunaan desain ala Sin City dan gaya penggambaran yang mirip dengan Okami dan Viewtiful Joe membuat Madworld menjadi sebuah seni yang unik dalam dunianya. Sebagai hasilnya adalah karakter-karakter unik yang tentunya membuat kamu terpana. Musuhnya pun memiliki gaya penggambaran yang sangat bagus. Bahkan ada beberapa bos yang digambar sedemikian rupa, sehingga saat kamu menghadapinya, saking menakutkannya bos tersebut, kamu akan lebih memilih untuk kabur daripada menghadapinya. Belum pernah ada game yang penuh dengan darah seperti Madworld.

Kekerasan yang ada juga meresap sepenuhnya ke seluruh sudut terkecil dari game ini, sehingga kamu bisa melihatnya dengan jelas. Dengan adanya gaya penggambaran hitam putih, yang nantinya hanya akan dihiasi dengan warna merah, membuat setiap kali karakter utama game ini, Jack, seorang karakter misterius yang sebelah tangannya digantikan oleh sebuah gergaji mesin, membelah menjadi dua, menebas kepala musuh atau menarik keluar jantung seorang kemudian menghancurkannya, akan terlihat lebih sadis daripada biasanya. Seperti yang sudah kami ungkapkan diatas, Madworld merupakan sebuah game yang sangat teramat kejam dan brutal. Tidak heran game ini mendapatkan rating M (Mature).

Bila dedifinisikan secara harafiah, game ini dapat dikatakan sebagai game tipe beat-em up. Dalam kisah game ini, Jack akan bergerak melalui berbagai area dan menghancurkan musuh-musuh yang berada di depan mata. Tapi bukan hanya itu saja yang perlu diperhatikan disini. Tentunya akan sangat mengherankan apabila dalam game seperti Madworld, tidak memiliki gerakan penghabisan layaknya game beat-em up. Gerakan penghabisan dari Jack selalu penuh gaya dan kesadisan. Salah satu contoh, mematahkan tubuh musuh menjadi dua, membelah tubuh musuh menggunakan katana atau menggunakan gergaji mesin di tanganmu untuk membelah musuh secara vertikal. Yang juga cukup menarik disini, Platinum Games juga memberikan rangkaian gerakan penutup yang dapat dikaitkan dengan linkungan sekitar. Contoh, tempat pembuangan sampah yang ditutup dengan keras saat musuh berada di tengah-tengahnya sehingga musuh terbelah menjadi dua. Hal ini semakin menambahkan variasi permainan dan kedinamisan permainan.

Gameplay sudah pasti akan terkesan repetiti, mengingat ini merupakan game dengan genre beat-em up. Tapi, seluruh kebrutalan yang ada di dalamnya membuat permainan repetitif ini tidak membosankan. Untuk memperkecil tingkat repetitif dalam Madworld, mereka juga menciptkan beberapa cara pembunuhan yang hanya dapat dilakukan di area tertentu. Beberapa pembunuhan disini menggunakan senjata dan beberapa lagi lebih condong ke situasi. Selain itu, sebuah game tidak akan lengkap tanpa adanya mini-games untuk membuat sebuah game lebih menarik.

Kontrol yang diberikan oleh Platinum Games cukup simple dan efektif. Jack akan kamu kontrol menggunakan analog stick nunchuk dan fungsi pointer disini tidak akan digunakan untuk sistem pertarungan yang akan lebih bertumpu pada gerakan-gerakan lincah. Jack akan mengeluarkan pukulan keras setiap kali kamu menekan tombol A, kemudian menekan B_Trigger untuk mengeluarkan gergaji yang dapat ditebas secara horizontal atau vertikal dengan sedikit gerakan tangan saja. Sudah terlalu sering, sebuah game action menggunakan gerakan yang berlebihan atau menggantikan fungsi tombol dengan gerakan-gerakan tak berarti. Tapi dalam Madworld, hal tersebut tidak terjadi. Kontrolnya terasa sangat bersahabat dan responsif. Sebagai buktinya adalah gerakan utama Jack yaitu memukul yang dapat dilakukan dengan menekan tombol A dan serangan menggunakan gergaji yang dipacu dengan gerakan tangan.

Satu-satunya kekurangan yang paling terlihat disini adalah gerakan kamera yang tidak terlalu bagus. Pilihan yang bisa kamu lakukan disini terbatas. Kamu hanya bisa mengatur sudut pandang Jack ke tengah. Itu saja. Gerakan kamera disini bersifat manual sehingga kadang kamu akan mendapatkan Jack yang sedang bergerak ke arah layar. Untuk mengembalikan sudut pandangnya, kamu harus menekan arah kanan atau kiri di D-Pad. Kadang hal ini bisa membuat frustasi, apalagi saat kamu sedang di tengah pertarungan sengit dengan musuh.

Kontrol yang berubah-ubah pada game disini dilengkapi dengan sistem combo yang memungkinkan kamu untuk melakukan pembunuhan yang bersifat lebih kreatif. Kamu akan mendapatkan poin setiap kali kamu membunuh musuh, tapi poin tersebut akan berkali lipat saat kamu menggabungkan gerakan tersebut dengan aksi mutilasi sadis tambahan. Contoh, kamu bisa menjebak seorang musuh di tengah sebuah ban, kemudian menusuknya berkali-kali menggunakan tongkat papan penunjuk arah kemudian membanting mereka ke sebuah dinding yang penuh dengan duri. Seluruh kekejaman tersebut akan mendapatkan poin yang tentunya jauh lebih banyak daripada saat kamu hanya membunuh musuh langsung dengan menggunakan gergaji mesin. Sistem combo ini merupakan sebuah sistem yang wajib kamu perhatikan. Apabila tidak, maka nantinya perjalananmu akan menjadi lebih sulit, mengingat beberapa mini game dan pertarungan dengan bos tertentu baru akan bisa dilakukan saat kamu telah mencapai angka poin tertentu.
Untuk kisah game ini, diceritakan bahwa entah bagaimana caranya, Jack berakhir dengan berada dalam sebuah kota yang bernama Varrigan City dan di kota tersebut, teroris yang mengendalikan kota ini sedang mengadakan sebuah permainan yang dinamakan Death Watch. Seluruh penduduk kota yang tidak bersalah pun terpaksa harus ikut. Alasannya, teroris tersebut telah menyebarkan racun di udara. Hanya bagi mereka yang ikut bertarunglah yang akan mendapatkan obat penangkalnya. Biasanya, cerita dalam sebuah game yang bertema beat-em up tidak akan pernah terlalu bagus. Tapi tidak halnya dengan Madworld. Harus diingat, Yasumi Matsuni dari Final Fantasy lah yang menuliskan jalan ceritanya. Hasil akhirnya sudah dapat ditebak. Mengesankan.

Untuk pengisi suara, SEGA dan Platinum Games mengontrak pengisi suara Greg Proops dan John Dimaggio sebagai pengisi suara sang komentator dalam Death Watch. Mereka dapat dikatakan merupakan pengisi suara acara komentator yang cukup meyakinkan karena mereka berdua terasa begitu padu. Mereka sama sekali tidak takut untuk mengeluarkan kata-kata kotor atau bahkan menyinggung masalah istri orang dengan vulgarnya. Komedi yang terasa disini terasa tidak dibuat-buat. Game ini juga ditemani dengan lagu hip-hop yang terdiri dari 20 lagu yang terpilih dari beberapa artis penyanyi rap. Yang menjadi masalah untuk masalah suara disini adalah kalimat-kalimat yang diucapkan oleh para penjahat dalam game ini cenderung sama, sehingga kadang terasa sangat membosankan.

Sedangkan untuk lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permainan ini, Madworld hanya membutuhkan waktu sekitar lima sampai enam jam untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, bagi mereka yang lebih mementingkan lama permainan, kamu perlu menjauh dari game ini. Tapi untuk kamu yang memiliki sifat perfeksionis, kamu mungkin akan mau memainkan game ini. Setelah kamu menyelesaikan game ini, Madworld akan memberikan beberapa tambahan seperti senjata setelah kamu menyelesaikan game ini dalam normal mode yang nantikan akan dapat kamu gunakan dalam hard mode. Sudah tentu akan tersedia juga mode untuk bermain bersama dengan teman menggunakan split screen.

Secara keseluruhan, kami menyimpulkan bahwa game ini adalah sebuah game yang sangat menyenangkan untuk dimainkan terutama oleh orang dewasa. Sangat tidak direkomendasikan untuk anak-anak di bawah umur. Dengan visual yang unik dan desain karakter yang juga sama unik ala Sin City, game ini menawarkan sebuah gameplay baru unik dimana kamu bisa dengan sesuka hati menghancurkan musuh dengan cara yang paling kamu sukai. Tapi ingat, game ini sama sekali tidak boleh dimainkan oleh anak-anak karena gameplay yang terlampau keras dan terlalu berdarah-darah.

Read More... “MadWorld”  »»

Kamis, 12 Maret 2009

Fire Emblem


Akhirnya serial Fire Emblem tiba juga di Nintendo DS. Tapi daripada sebuah game baru, kita justru disuguhi dengan sebuah remake dari judul game original yang memulai semuanya. Kali ini, Fire Emblem dilengkapi dengan fitur-fitur serta grafik-grafik baru yang serba modern. Mungkin bagi para penggemar berat Fire Emblem, akan protes berat karena secara keseluruhan Fire Emblem rilisan untuk DS ini bukanlah serial yang memiliki jalan cerita yang paling dalam yang ada. Tapi bagi gamer biasa, pasti akan merasa bahwa Fire Emblem: Shadow Dragon merupakan salah satu contoh game turn-based strategy terbaik yang pernah ada dan merupakan sebuah contoh game yang menyajikan gameplay serta action secara seimbang.

Seperti yang sudah kami jelaskan, game ini merupakan sebuah game strategi RPG yang mirip dengan Final Fantasy Tactics atau Advance Wars. Dengan menggunakan arena pertarungan yang menggunakan grid-base, pemain akan memberikan perintah pada masing-masing unitnya dan membiarkan mereka yang melakukan pertarungannya. Mekanisme pertarungan yang berlaku disini menggunakan sistem tradisional dimana pedang efektif melawan kapak, kapak efektif melawan tombak dan tombak efektif melawan pedang. Sebenarnya sistem pertarungan seperti ini bukan bagian dari game originalnya dan tidak lama kemudian, mekanisme ini diperkenalkan serta diimplementasikan dalam game remake-nya.

Ada banyak sekali varias pertarungan dalam gameplay-nya daripada hanya sekedar mengalahkan semua musuhmu. Di awal-awal, kamu akan dipaksa untuk mengorbankan salah satu unitmu sebagai umpan agar pasukanmu bisa kabur. Beberapa unit tertentu memiliki kemampuan khusus yang bisa mengeksploitasi arena pertempuran. Sebagai contoh, unit thieves yang dapat membuka kunci serta mencuri harta dari kota dan kastil. Menggerakan sebuah unit ke dalam sebuah rumah akan memungkinkan mereka untuk berbicara dengan para penduduk setempat dan mungkin saja bisa mendapatkan informasi berharga mengenai konflik yang sedang ada sekarang ini. Sebenarnya game ini membutuhkan keputusan yang strategis karena kamu diharuskan untuk mengorbankan giliran salah satu pasukanmu untuk bisa mendapatkan informasi ini. Apabila kamu menempatkan karakter yang tepat di samping musuh yang benar, kamu bisa saja meyakinkan mereka untuk membelot ke pihakmu. Ini merupakan sebuah game dimana kamu tidak bisa main dengan santai.

Bagi mereka yang telah memainkan game Fire Emblem ini di Famicom, tentu akan mengenal peta pada Shadow Dragon. Tampilan grid dari tahun 1990 telah diupdate dengan grafik yang lebih modern. Banyak sekali fitur-fitur baru yang ditambahkan disini. Salah satu contoh tambahan tersebut adalah adanya empat chapter pendahuluan yang diikutsertakan di awal game ini, kemudian diteruskan ke tempat dimana game tersebut pertama bermula.

Apabila kamu merupakan seorang gamer yang sudah merasa bosan dengan banyaknya game santai yang dikeluarkan oleh Nintendo untuk DS, maka Fire Emblem ini adalah game yang cocok untuk kamu. Bukan saja game ini membutuhkan banyak sekali pemikiran strategis, game ini juga terkenal sebagai sebuah game yang tidak mengenal belas kasihan bagi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pemain. Apabila salah satu unitmu mati, maka unit tersebut benar-benar telah mati. Kamu tidak akan bisa menghidupkan unit tersebut dan mereka juga tidak akan kembali setelah pertarungan berakhir. Memang terlihat kejam, tapi itulah yang membuat setiap keputusan yang dibuat menjadi sangat penting. Sering sekali, kamu dipaksa untuk mengulang sebuah pertarungan yang sudah kamu lewati untuk menjaga agar tidak kehilangan anggota tim yang berharga. Tapi akan ada saat dimana kamu harus mengorbankan seseorang. Mencoba untuk menjaga agar seluruh unitmu tetap hidup menambah panjang daftar strategi yang harus kamu pikirkan dan tidak akan dapat kamu temukan dalam game strategi manapun. Hal ini benar-benar merupakan sebuah perubahan yang patut kita sambut dengan baik dan juga merupakan sebuah pengingat bagi kita bahwa Nintendo juga bisa menciptakan game hardcore apabila mereka mau.


Pada saat pertama kamu memainkan game ini, kamu akan mendapatkan 4 chapter pembukaan dimana kamu akan mulai diajari mekanisme dan sistem yang berlaku dalam game ini sekaligus memberikan sedikit gambaran mengenai jalan cerita yang ada. Selain itu, sekarang kamu juga bisa melakukan save saat sedang berada di tengah pertarungan.

Berhubung sekarang ini, menjaga agar unit-mu tetap hidup merupakan sebuah hal yang sangat penting, kamu harus memperhatikan jarak serangan dari musuh. Bagaimana caranya? Satu lagi fitur yang ada dari game ini untuk membantu kamu. Kamu akan dapat melihat jarak serangan dari musuhmu, beda halnya dengan kebanyakan game strategi. Benar-benar merupakan sebuah fitur yang sangat membantu.

Fitur lain yang ditambahkan disini adalah adalahnya mode Wi-fi dan multiplayer. Dua pemain dapat melakukan pertarungan kecil-kecilan baik secara lokal maupun online. Tapi sayangnya, dalam pertarungan ini, kamu hanya diperbolehkan membawa 5 petarung. Selain itu, game ini juga mendukung voice chat. Bagi pemain yang sedang kesulitan dalam permainan, entah karena musuhnya terlalu kuat atau tidak punya item yang cukup bagus untuk bertarung dengan musuh, kamu dapat meminjam pasukan yang lebih kuat dari temanmu atau membeli barang-barang langka dari toko online dengan uang yang kamu dapatkan dari pertarungan.

Secara keseluruhan, Shadow Dragon terlihat cukup bagus, walaupun masih tidak dapat disamakan dengan game strategi keluaran Square Enix pada DS seperti Final Fantasy Tactics A2. Fire Emblem: Shadow Dragon sebenarnya tidak menawarkan sesuatu yang revolusioner. Tapi yang patut kita perhatikan disini adalah kenyataan bahwa game ini merupakan sebuah game hasil polesan ulang dan merupakan sebuah gaming strategi yang cukup seimbang. Nintendo melakukan pekerjaan yang cukup bagus dengan tetap membiarkan tantangan yang memang sudah terkenal dari seri ini dan pada saat yang bersamaan, juga menyajikan sebuah pengalaman bermain yang lebih bersahabat bagi mereka yang baru pertama kali memainkan game ini.
Read More... “Fire Emblem”  »»

 

Gamers Zone Copyright © 2008 D'Black by Ipiet's Blogger Template